Artikel ini kita akan membahas tentang Memahami Dasar Komunikasi Analog
Kata komunikasi muncul dari kata Latin commūnicāre, yang berarti "berbagi". Komunikasi adalah langkah dasar untuk pertukaran informasi.
Misalnya, bayi dalam buaian, berkomunikasi dengan teriakan saat dia membutuhkan ibunya. Sapi sapi keras saat dalam bahaya. Seseorang berkomunikasi dengan bantuan bahasa. Komunikasi adalah jembatan untuk dibagikan.
Komunikasi dapat didefinisikan sebagai proses pertukaran informasi melalui sarana seperti kata-kata, tindakan, tanda, dll, antara dua atau lebih individu.
Bagian dari Sistem Komunikasi
Setiap sistem, yang menyediakan komunikasi terdiri dari tiga bagian penting dan dasar seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut.
![]() |
| Gambar 1. Diagram Bagan Sistem komunikasi dasar |
- Pengirim adalah orang yang mengirim pesan. Ini bisa menjadi stasiun pemancar dari mana sinyal ditransmisikan.
- Saluran adalah media yang digunakan untuk mengirim pesan ke tujuan mencapai tujuan.
- Penerima adalah orang yang menerima pesan. Bisa jadi stasiun penerima dimana sinyal yang ditransmisikan diterima.
Jenis Sinyal
Menyampaikan informasi dengan beberapa cara seperti isyarat, suara, tindakan, dll, dapat disebut sebagai pensinyalan. Makanya, sinyal bisa menjadi sumber energi yang mentransmisikan beberapa informasi. Sinyal ini membantu membentuk komunikasi antara pengirim dan penerima.
Impuls listrik atau gelombang elektromagnetik yang menempuh jarak untuk menyampaikan pesan, dapat disebut sebagai sinyal dalam sistem komunikasi.
Bergantung pada karakteristiknya, sinyal terutama dikelompokkan menjadi dua jenis: Analog dan Digital. Sinyal analog dan digital diklasifikasikan lebih lanjut, seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut.
![]() |
| Gambar 2. Tipe dan Jenis Sinyal |
Sinyal Analog
Sinyal waktu yang bervariasi terus menerus, yang mewakili kuantitas waktu yang bervariasi dapat disebut sebagai Analog Signal. Sinyal ini terus bervariasi sehubungan dengan waktu, sesuai dengan nilai seketika kuantitas, yang mewakili itu.
Contoh Sinyal Analog
Mari kita perhatikan keran yang mengisi tangki berkapasitas 100 liter dalam satu jam (6 pagi sampai 7 pagi). Bagian pengisian tangki bervariasi dengan waktu yang bervariasi. Yang berarti, setelah 15 menit (6:15 AM) bagian seperempat tangki terisi, sedangkan pada pukul 6.45 pagi, 1/4 tangki terisi.
Jika kita mencoba untuk merencanakan berbagai bagian air di dalam tangki sesuai dengan waktu yang bervariasi, akan terlihat seperti gambar berikut.
![]() |
| Gambar 3. Diagram Sinyal Analog |
Seperti yang ditunjukkan pada gambar ini bervariasi (meningkat) menurut waktu, kali ini kuantitas yang bervariasi dapat dipahami sebagai kuantitas Analog. Sinyal yang mewakili kondisi ini dengan garis miring pada gambar, adalah Analog Signal. Komunikasi berdasarkan sinyal analog dan nilai analog disebut komunikasi Analog.
Sinyal Digital
Sinyal yang bersifat diskrit atau tidak kontinyu dalam bentuk dapat disebut sebagai sinyal Digital. Sinyal ini memiliki nilai individual, dilambangkan secara terpisah, yang tidak didasarkan pada nilai sebelumnya, seolah-olah diturunkan pada saat tertentu.
Contoh Sinyal Digital
Mari kita pertimbangkan kelas yang memiliki 20 siswa. Jika kehadiran mereka dalam seminggu diplot, akan terlihat seperti gambar berikut.
![]() |
| Gambar 4. Diagram Sinyal Digital |
Dalam gambar ini, nilai-nilai dinyatakan secara terpisah. Misalnya, kehadiran kelas pada hari Rabu adalah 20 sedangkan pada hari Sabtu adalah 15. Nilai-nilai ini dapat dipertimbangkan secara individu dan terpisah atau diskrit, karena itu disebut sebagai nilai diskrit.
Angka biner yang hanya 1s dan 0s sebagian besar disebut sebagai nilai digital. Oleh karena itu, sinyal yang mewakili 1s dan 0s juga disebut sebagai sinyal digital. Komunikasi berbasis sinyal digital dan nilai digital disebut Digital Communication.
Sinyal periodik
Setiap sinyal analog atau digital, yang mengulangi polanya selama periode waktu tertentu, disebut sebagai Sinyal Periodik. Sinyal ini memiliki pola yang terus berulang dan mudah diasumsikan atau dihitung.
Contoh Sinyal Periodik
Jika kita mempertimbangkan sebuah mesin dalam suatu industri, proses yang terjadi satu demi satu adalah prosedur yang terus-menerus. Misalnya, pengadaan dan penilaian bahan baku, mengolah bahan dalam batch, mengemas produk satu demi satu, dan lain-lain, mengikuti prosedur tertentu berulang-ulang.
Proses seperti apakah yang dianggap analog atau digital, dapat digambarkan secara grafis sebagai berikut.
![]() |
| Gambar 5. Diagram Sinyal Periodik |
Sinyal Aperiodik
Setiap sinyal analog atau digital, yang tidak mengulangi pola selama periode waktu disebut sebagai Aperiodic Signal. Sinyal ini memiliki pola yang terus tapi polanya tidak terulang. Hal ini juga tidak mudah untuk diasumsikan atau dihitung.
Contoh Sinyal Aperiodik
Rutinitas sehari-hari seseorang, jika dianggap, terdiri dari berbagai jenis pekerjaan yang mengambil interval waktu yang berbeda untuk tugas yang berbeda. Interval waktu atau pekerjaan tidak terus menerus diulang. Misalnya, seseorang tidak akan terus menyikat gigi dari pagi sampai malam, itu pun dengan periode waktu yang sama.
Proses seperti apakah yang dianggap analog atau digital, dapat digambarkan secara grafis sebagai berikut.
![]() |
| Gambar 6. Grafik Bentuk Sinyal Aperiodik |
![]() |
| Gambar 6. Grafik Sinyal Digital Aperiodik |
Secara umum, sinyal yang digunakan dalam sistem komunikasi bersifat analog, yang ditransmisikan dalam analog atau diubah menjadi digital kemudian ditransmisikan, tergantung pada kebutuhan.







COMMENTS