Kondisi penuntasan kasus Penistaan oleh Gubernur non aktif Basuki Tjahaja Purnama (BTP) yang terkesan lamban dinilai dari berbagai pihak akan memunculkan gejolak baru di masyarakat.
![]() |
| Aksi Demo 25 November Diprediksi akan Lebih Besar dari Sebelumnya |
Kondisi penuntasan kasus Penistaan oleh Gubernur non aktif Basuki Tjahaja Purnama (BTP) yang terkesan lamban dinilai dari berbagai pihak akan memunculkan gejolak baru di masyarakat.
Polri dalam hal ini sudah berusaha keras mengusut kasus Pensitaan kalimat "Dibodohi pake Al-Maidah 51" yang diucapkan BTP di kepulauan Seribu Oktober kemarin dengan mendatangkan saksi, Ahli dan sebagainya, bahkan BTP juga sudah diperiksa secara semi terbuka.
Baca Juga : Penjelasan Dosen Bahasa tentang Makna Dibohong pake Al-Maidah 51
Baca Juga : Penjelasan Dosen Bahasa tentang Makna Dibohong pake Al-Maidah 51
Tetapi disisi lain karena terkesan lambat pengusutannya, Polri juga Sangat cepat mengusut Perusuh demo 4 November yang disangkakan kepada beberapa Pengurus HMI Pusat. Mereka langsung ditangkap selang beberapa hari dan langsung diproses. Tak kalah cepatnya dengan Pernyataan Presiden untuk menindak pelecehan terhadap dirinya juga menjadi Bola Panas buat Ahmad Dani yang juga akan diproses sebagai Pencemaran nama baik kepada presiden.
Disatu sisi ketika mengusut kasus AHOK ini, Polri sangat Berhati2, sangking hati2nya sampai masyarakat melihat Lamban sekali, Ibarat berjalan pakai mobilnya menggunakan Keluaran tahun 60-an yang harus penuh pertimbangan dalam menjalankannya. Tapi disisi lain yang menyangkut "ANTI DEMO" cepat dalam mengusutnya sehingga wajar apabila masyarakat menanyakan "ADA APA INI ?"
Kisah Polri ini mengingatkan kita dengan Kasus sebelumnya yang diolah oleh KP, yaitu kasus SUmber Waras. KPK harus meneliti niat jahat dulu sebelum menentukan tersangka atau tidak. Walaupun BPK sudah mengeluarkan investigasi yang diminta KPK dnegan kerugian Ratusan Milyar tetapi toh tetap tidak tersentuh oleh Hukum KPK. Kasus menguap begitu saja.
Kisah Polri ini mengingatkan kita dengan Kasus sebelumnya yang diolah oleh KP, yaitu kasus SUmber Waras. KPK harus meneliti niat jahat dulu sebelum menentukan tersangka atau tidak. Walaupun BPK sudah mengeluarkan investigasi yang diminta KPK dnegan kerugian Ratusan Milyar tetapi toh tetap tidak tersentuh oleh Hukum KPK. Kasus menguap begitu saja.
Kekhawatiran-kekhawatiran tersebut akan terakumulasi dengan ketidakpuasan masyarakat dalam hal ini Umat Islam sehingga akan merencanakan Demo jilid III yang digulirkan oleh Habib Rizq tanggal 25 November 2016. Bahkan beberapa daerah akan mengirim lebih banyak dari 4 november sehingga Kota jakarta akan penuh dengan lautan manusia. Prof Dien Syamsudin sudah menahan puluhan Juta orang yang akan datang dari Jawa Barat, apabila tidak segera ada kepastian Hukum penistaan Ahok tersebut.
Bukan tidak mungkin dengan Aksi Demo yang begitu besar melebih demo 4 november itu akan menimbulkan efek tak terduga karena Kemarahan massa yang sudah sangat memuncak. Kita yakin Umat Islam akan lebih bisa menahan emosi dan kemarahannya dan sudah terbukti dengan aksi demo 4 November kemarin berjalan dengan aman dan bermartabat.
Sekarang Bola Liar ini yang bisa menjinakkannya hanya para Eksekutif yang TEGAS Tidak memihak, intervensi dan mengarahkan kasus Penistaan ini sehingga Polri dan Pemerintah tidak saling beradu menentukan kasus Ahok.
Semoga Bapak Kapolri masih bisa mendengar Suara hati rakyat yang sakit ini, Saya yakin seandainya selemah-lemahnya iman Bapak Kapolri ini, masih ada Ghirah Rasa marah ketika Alquran Dilecehkan akan lebih baik memilih Akherat atau hanya Kesenangan dunia yang menipu. Mari kita doakan Bapak Kapolri dan jajarannya untuk bisa keluar dari Kungkungan , tekanan yang sangat kuat sehingga bisa menghasilkan keputusan sesuai Hati nurani dan rasa Keadilan.
Tidak akan selamanya jabatan ini, suatu saat Pasti akan dimintai Pertanggungjawaban di Akherat...Apalagi pemimpin akan diinterogasi lebih lama daripada rakyat biasa...Semoga para pemangku Jabatan di negeri ini bisa lebih arif dan bijaksana untuk memberikan rasa KEADILAN !
Amiin,
Semoga Bapak Kapolri masih bisa mendengar Suara hati rakyat yang sakit ini, Saya yakin seandainya selemah-lemahnya iman Bapak Kapolri ini, masih ada Ghirah Rasa marah ketika Alquran Dilecehkan akan lebih baik memilih Akherat atau hanya Kesenangan dunia yang menipu. Mari kita doakan Bapak Kapolri dan jajarannya untuk bisa keluar dari Kungkungan , tekanan yang sangat kuat sehingga bisa menghasilkan keputusan sesuai Hati nurani dan rasa Keadilan.
Tidak akan selamanya jabatan ini, suatu saat Pasti akan dimintai Pertanggungjawaban di Akherat...Apalagi pemimpin akan diinterogasi lebih lama daripada rakyat biasa...Semoga para pemangku Jabatan di negeri ini bisa lebih arif dan bijaksana untuk memberikan rasa KEADILAN !
Amiin,

COMMENTS